tadi malem gw nginep d kosan salah satu temen yang ada di nangor, niatnya mah gw dan beberapa temen gw akan melangsungkan rencana terselubung buat temen gw yang gw inepin itu. tapi berhubung ada tugas yang amat sangat mendesak, jadilah batal rencana kami. tapi tentunya gw ga mau dong nginepnya gw di nangor merupakan hal yang sia-sia, setelah kemaren sedikit ambek-ambekan sama temen gw, Ayu *maap ya juuu :P, akhirnya diputuskanlah kalau besok pagi (*yang berarti hari ini) kami bakal bersepeda ria di lingkungan unpad. sepedanya dari mana? untungnya kemajuan teknologi mengarahkan para pengusaha untuk menyediakan jasa menyewa sepeda, dan kami ga perlu beli sepeda dulu untuk bisa sepedahan :)
hari yang di nanti pun tiba, pasukan yang pada akhirnya mengikuti kegiatan sepeda ria ini adalah gw, ayu dan fika. kita memutuskan untuk ngumpul di depan Casa jam 6.15 karena takut kehabisan sepeda, yang pada keadaan realnya kita ngumpul jam 6.25. telat sepuluh menit ini disponsori oleh leletnya jalan gw dan fika :P
setelah ngumpul di Casa, gw, fika dan ayu pun bergegas ke tempat penyewan sepeda di daerah jalan sayang. dan dari situlah perjuangan kita di mulai
perjuangan pertama. karena kita bertiga bisa dibilang terbiasa naik sepeda yang anggun, jadi kita kurang bisa menggunakan sepeda gunung yang funkeeh dimana ada gigi yang bisa dipindah2. jadi kita sempet tutorial bentar di pinggir jalan sayang. karna kurang begitu paham, akhirnya kita menjalankan sepeda itu dengan pasrah tanpa mengganti giginya.
perjuangan kedua. pada tau kaan jalan raya jatinangor kilometer duapuluhsatu itu amat sangat padat lalu lintasnya, apalagi dengan truk bis bahkan fuso yang guedek itu. alhasil kita takut doong mau nyebrang jalan. tapi karna tekat yang kuat untuk sepedahan keliling unpad, maka kita memberanikan diri untuk menyebrangi jalan yang kita bayangkan seperti daun kelor kecl yang bisa disebrangi dengan mudah.
perjuangan ketiga. setelah memasuki kawasan unpad, ternyata jalan yang kita perkirakan akan bersahabat kurang mendukung persahabatan kita (*ngomong apa sih tri) jalanan nanjak yang membuat kita akhirnya cepet capek itu membuat kita harus berhenti di depan Fisip. karna ngerasa capek, akhirnya kita memutuskan untuk membeli minum, yang artinya kita harus turun lagi ke gerbang --'
perjuangan keempat. setelah membeli miinum, kita melanjutkan lagi perjalanan nanjak dengan melintasi jalur sekre timur-stadion jati-fisip-fib. tapi sebelum nyampe di FIB, kita udah pada eungap duluan. capeek cuuuy nanjak begitu. akhirnya kita memutuskan untuk beristirahat sebentar di depan asrama padjadjaran. di tengah2 pemulihan stamina itu, gw yang pada saat itu sedang menikmati pemandangan, tiba-tiba bersuara "yu..." dan menoleh ke arah ayu. dan dengan bahasa isyarat gw bilang kalau orang yang barusan lewat itu.... ganteeng :P *okee ini intermezzo, ga penting.
perjuangan kelima. setelah beristirahat sejenak itu akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan pendakian dengan cara yang amat sangat istimewa, ngedorong sepedanya, bukan digoes. mbahaha.. tapi ketika ada jalan yang rada datar atau bahkan turunan, kita dengan senang hati menaiki sepeda dan ngegoes lagi *mau enaknya aja.
perjuangan keenam. perjalanan kami dalam menakhlukkan tanjakan itu ternyata berlangsung tidak sebentar. dimana akhirnya kami menemukan kawasan yang belum pernah kami jamah sebelumnya, yaitu kampus FPIK da FTIP yang di belakang rektorat.. sempet2nya foto cantik di salah satu taman yang kita anggap bagus :P dan gw sempet tukeran sepeda sama ayu.
setelah sekian lama nanjak, akhirnya kami sampai di daerah Paun, yang artinya mulai dari sini perjalanan kami akan sangan menyenangkan. turunan. turunan. turunan. dan pastinya membutuhkan rem rem rem. pas gw melewati turunan yang menyenangkan itu, pastinya gw ngerem dong untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak gw inginkan. pas lagi menikmati turunan, kemudian gw denger suara 'nnduuuut' gw kirain itu suara perut gw yang laper. kemudian 'nnduuuuut' makin panjang.
dan 'nduuuuuuttt' lagi ketika gw ngerem. ternyata itu suara dari rem sepeda yang gw naikin --' di sepanjang turunan itu, sepanjang itu pula gw ngerem, sepanjang itu pula gw komentar kalau sepeda gw berisik. mbahaha
keberisikan sepeda itu masih terus berlanjut sampai akhirnya kita nyampe di atas tanjakan cinta. ini merupakan rute tujuan kita sebenarnya, melaju di turunan cinta #eeaa
dan ketika gw menuruni jalanan yang dinamakan tanjakan cinta itu entah kenapa gw ngerasa amat sangat senang dan jerih payah gw untuk nanjak tadi terbayar sudah. bahkan gw ngajakin fika dan ayu buat naik lagi dari tanjakan depan FK untuk menikmati turunan cinta itu lagi :)
dari sini gw mikir, terkadang kita butuh usaha yang amat keras untuk dapat mencapai kebahagiaan yang benar-benar memuaskan kita. misalnya aja kaya perjuangan yang gw, ayu dan fika lakuin tadi, meskipun kita banyak istirahatnya, tapi gw akuin kita pantang menyerah untuk terus nanjak sampai di ujung unpad. sampai akhirnya kita merasakan kemudahan dalam menjalani turunan demi turunan dan mendapat kepuasan tersendiri setelah melalui turunan cinta :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar